Senin, 02 November 2015

DATA KARISNASALI27

Pengolahan, analisa dan konstruksi data penelitian hukum sosiologis atau empiris:
1.     Pencatatan hasil pengumpulan data secara kuantitatif
2.     Analisa dan konstruksi data secara kuantitatif (nilai rata-rata, nilai tengah, nilai terbesar, korelasi, dlsb)

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengolahan data adalah:
a.     Variabel
b.     Skala pengukuran (Skala Nominal, Skala Ordinal, Skala Interval, Skala Ratio)
c.      Tipe skala (Skala Likert, Skala Guttman, Semantic Differensial, Rating Scale)
d.     Instrumen penelitian
e.     Validitas dan Reliabilitas instrumen.
                                                       
Tahap-tahap pengolahan data, pada umumnya adalah:
•         Pemeriksaan/Validitas data lapangan
•         Pengkodean
•         Pemasukan data (entry data)
•         Pengolahan Data
•         Hasil Pengolahan Data  analisis data

( ( Desi Eka Putri )




Sebagai contoh dari pengolahan penelitian perbandingan hukum, dilakukan oleh van Vollenhoven di dalam mengisi apa yang disebut dengan lingkungan hukum, yang merupakan daerah hukum adat.  Setiap daerah hukum adat dianalisa untuk kemudian diidentifikasi ciri-ciri khas, kemudian mengklasifikasikan daerah-daerah hukum adat. Metode ini menghasilkan 19 lingkungan hukum adat. Disini metode pengolahan data perbandingan hukum terutama dipergunakan dengan tujuan untuk mendapatkan abstraksi atau generalisasi. Kegunaan dari penerapan perbanding hukum antara lain akan memberikan pengetahuan persamaan dan perbedaan antara berbagai bidang tata hukum dan pengerti dasar sistem hukum, sehingga memudahkan dilakukannya unifikasi, kepastian hukum maupun penyederahaan hukum. 

 Metode pengolahan penelitian sejarah hukum, menelaah hubungan antara hukum dengan gejala sosial lainnya, dari sudut sejarah. Peneliti dapat menjelaskan perkembangan dari bidang hukum yang diteliti. Kegunaan dari penggunaan metode ini adalah mengungkapkan fakta hukum masa lampau dan hubungannnya fakta hukum pada masa kini. Hukum masa kini, merupakan hasil perkembangan dari salah satu aspek kehidupan manusia pda masa lampau, dan hukum masa kini merupakan dasar bagi hukum pada masa mendatang. Pada sejarah hukum yang penting adalah gejala-gejala hukum yang unik dalam proses khronologis, serta sebab-musabab terjadinya gejala-gejala tersebut. 

(Tiwi Oktafia)


Penelitian dengan tujuan untuk menarik asas-asas hukum, dapat dilakukan terhadap hukum positif tertulis dan tidak tertulis. Permasalahan yang muncul berkisar pada dari manakah asas-asas hukum tersebut berasal, atau hal-hal apa yang mempengaruhi adanya asas-asas hukum tersebut. Sebagai contoh dalam hukum pidana, dikenal suatu asas secara eksplisit, yakni asas tanpa kesalahan, tidak ada hukum atau tidak ada pertanggungan jawab pidana, tanpa kesalahan. Masuk dalam kategori ini adalah Penelitian yang menelaah asas-asas hukum di dalam Undang-Undang No.1 tahun 1974, mempergunakan metode dogmatik hukum, yang didasarkan pada hukum logika, dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Memilih pasal-pasal yang berisikan kaedah hukum yang mengatur masalah tertentu sesuai dengan subyek penelitian. 
b. Membuat sistematik dari pasal-pasal tersebut, yang menghasilkan klasifikasi-klasifikasi tertentu.

1. Menganalisas pasal-pasal, dengan mempergunakan asas-asas hukum yang ada.
2. Menyusun konstruksi, dengan ketentuan: 
3. Mencakup semua bahan yang diteliti 
4. Konsisten 
5. Memenuhi syarat-syarat estetis 
6. Sederhana di dalam merumuskan.
  
Untuk pengolahan data penelitian menelaah sistematika peraturan perundang-undangan, yang dilakukan adalah mengumpulkan  peraturan di bidang tertentu, atau beberapa bidang yang saling berkaitan yang menjadi pusat perhatian penelitian. Selanjutnya diadakan analisa dengan mempergunakan, pengertian-pengertian dasar dari sistem hukum, yang mencakup:
a. Subyek hukum
b. Hak dan kewajiban
c. Peristiwa hukum
d. Hubungan hukum
e. Obyek hukum

Pengolahan data penelitian taraf sinkhronisasi dari peraturan perundang-undangan, dapat dilakukan dengan dua titik tolak taraf sinkhronisasi vertikal (berdasarkan hierarki) dan horisontal (peraturan setara yang mempunyai hubungan fungsional), adalah konsisten. Asas dari perundangan yang dapat dipergunakan adalah:

a. Undang-undang tidak berlaku surut 
b. Undang-undang yang dibuat oleh Penguasa yang lebih tinggi, mempunyai kedudukan yang lebih tinggi 
c. Undang-undang yang bersifat khusus mengenyampingkan undang-undang bersifat umum, jika pembuatnya sama 
d. Undang-undang yang berlaku belakangan, membatalkan undang-undang yang berlaku terdahulu 
e. Undang-undang tidak dapat diganggu gugat 
f. Undang-undang sebagai sarana untuk semakimal mungkin dapat mencapai kesejahteraan spirituil dan materiil bagi masyarakat 
g. Dsb.

(Flora Hotmaida)
Pendekatan kuantitatif ini memulai pekerjaan dengan membuat berbagai tabulasi, yakni yang paling sederhana adalah tabulasi sederhana, tabulasi frekuensi sampai dengan tabulasi silang yang berisi hubungan dari variabel yang banyak (multi-variable). Penerapan pendekatan kuantitatif ini, mempunyai fungsi yang sekaligus membatasi keuntungan yang dapat diperoleh dari penggunaan metode tersebut, antara lain:
1.    Secara efisien menghimpun, mengolah dan menganalisa data penelitian terutama didalam penerapan perencanaan penelitian survey.
2.     Dengan mengadakan kuantifikasi, secara relatif lebih mudah untuk mengadakan studi perbandingan dan menarik generalisasi.
3.     Lebih mudah menerapkan metode induksi, terhadap hasil-hasil penelitian.
4.    Metode kuantitatif lebih tetap diterapkan untuk menguji hipotesa, terutama di dalam penelitian-penelitian yang bersifat eksplanatoris.
Pendekatan kualitatif, merupakan tata cara penelitian yang menghasilkan deskriptif analitis, yaitu apa yang dinyatakan oleh sasaran penelitian yang bersangkutan secara tertulis atau lisan, dan perilaku nyata. Yang diteliti dan dipelajari adalah obyek penelitian yang utuh.
Tidaklah sepantasnya untuk mempertentangkan ke dua pendekatan tersebut di atas, keduanya merupakan suatu pasangan dan saling melengkapi. Tidak ada suatu kemutlakan untuk menekankan pada salah satu cara, hal ini berpulang pada kemampuan peneliti dan sponsor yang menghendaki format tertentu.
Pengolahan data, dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu :

a  1. Kepentingan atau interest penelitian yang tercantum dalam perumusan tujuan dan       permasalahan yang menjadi ruang lingkup penelitian
b 2. Format keinginan sponsor penelitian 
  3.Kemampuan peneliti termasuk di dalamnya keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya penelitian.

Dalam penelitian hukum normatif, maka pengolahan data pada hakekatnya berarti kegiatan untuk mengadakan sistematisasi terhadap bahan-bahan hukum tertulis. Sistematisasi berarti, membuat klasifikasi terhadap bahan-bahan hukum tertulis tersebut, untuk memudahkan pekerjaan analisa dan konstruksi.

Pengolahan, analisa dan konstruksi data penelitian hukum normatif:
1.     Menarik asas-asas hukum
2.     Menelaah sistematika peraturan perundang-undangan
3.     Penelitian terhadap taraf sinkhronisasi dari peraturan perundang-undangan.
4.     Perbandingan hukum
5.     Sejarah hukum 
(Siti Fatimah)

Cara Merawat Sepeda listrik dan kendaraan listrik KARISNASALI27



Cara perawatan kendaraan listrik Berikut adalah upaya perawatan kendaraan listrik agar awet dan memiliki usia pakai yang lama. Dalam kesempatan kali ini dibagi menjadi 2 hal, yaitu kendaraan listrik standar dan kendaraan listrik modifikasi. 1.    Kendaraan listrik standar Kendaraan listrik standar disini meliputi sepeda listrik seperti...
by TRAND MODE LISTRIK on 21.24 No comments
Banyak sekali keluhan dari pengguna sepeda listrik, dan tidak sedikit pula yang tidak melakukan perbaikan. Dan hanya menjadikan kendaraan listrik yang bermasalah itu menjadi sebuah rongsokan tak berharga. Posting sebelumnya sudah menjelaskan tentang cara merawat sepeda motor listrik supaya awet, namun apabila sudah terjadi kerusakan berikut adalah ulasan dari gejala kerusakan,...
by TRAND MODE LISTRIK on 21.18 No comments
Terdiri dari apa sajakah sebuah sepeda listrik?        Kalau ingin merakit apa saja yang dibutuhkan?, dan berapa kisaran biayanya?. Berikut adalah list part komponen pada sepeda listrik: 1.    Motor penggerak/ Dinamo. Motor penggerak atau juga bisa disebut dinamo adalah komponen yang berfungsi menghasilkan...





KUISIONER


1.     PENGERTIAN KUISIONER
Kuesioner adalah suatu teknik pengumpulan informasi yang memungkinkan analis mempelajari sikap-sikap, keyakinan, perilaku, dan karakteristik beberapa orang utama di dalam organisasi yang bisa terpengaruh oleh sistem yang diajukan atau oleh sistem yang sudah ada”.
Dengan menggunakan kuesioner, analis berupaya mengukur apa yang ditemukan dalam wawancara, selain itu juga untuk menentukan seberapa luas atau terbatasnya sentimen yang diekspresikan dalam suatu wawancara.
Penggunaan kuesioner tepat bila :

a.       Responden (orang yang merenpons atau menjawab pertanyaan) saling berjauhan.
b.       Melibatkan sejumlah orang di dalam proyek sistem, dan berguna bila mengetahui berapa proporsi suatu kelompok tertentu yang menyetujui atau tidak menyetujui suatu fitur khusu dari sistem yang diajukan.
c.        Melakukan studi untuk mengetahui sesuatu dan ingin mencari seluruh pendapat sebelum proyek sistem diberi petunjuk-petunjuk tertentu.
d.       Ingin yakin bahwa masalah-masalah dalam sistem yang ada bisa diidentifikasi dan dibicarakan dalam wawancara tindak lanjut.

2.     JENIS PERTANYAAN DALAM KUISONER
Perbedaaan pertanyaan dalam wawancara dengan pertanyaan dalam kuesioner adalah dalam wawancara memungkinkan adanya interaksi antara pertanyaan dan artinya. Dalam wawancara analis memiliki peluang untuk menyaring suatu pertanyaan, menetapkan istilah-istilah yang belum jelas, mengubah arus pertanyaan, memberi respons terhadap pandanmgan yang rumit dan umumnya bisa mengontrol agar sesuai dengan konteksnya. Beberapa diantara peluang-peluang diatas juga dimungkinkan dalam kuesioner. Jadi bagi penganalisis pertanyaan-pertanyaan harus benar-benar jelas, arus pertanyaan masuk akal, pertanyaan-pertanyaan dari responden diantisipasi dan susunan pertanyaan direncanakan secara mendetail.
Jenis-jenis pertanyaan dalam kuesioner adalah :
  1. Pertanyaan Terbuka : pertanyaan-pertanyaan yang memberi pilihan-pilihan respons terbuka kepada responden. Pada pertanyaan terbuka antisipasilah jenis respons yang muncul. Respons yang diterima harus tetap bisa diterjemahkan dengan benar.
  2. Pertanyaan Tertutup : pertanyaan-pertanyaan yang membatasi atau menutup pilihan-pilihan respons yang tersedia bagi responden.
Petunjuk-petunjuk yang harus diikuti saat memilih bahasa untuk kuesioner adalah sebagai berikut :
  • Gunakan bahasa responden kapanpun bila mungkin. Usahakan agar kata-katanya tetap sederhana.
  • Bekerja dengan lebih spesifik lebih baik daripada ketidak-jelasan dalam pilihan kata-kata. Hindari menggunakan pertanyaan-pertanyaan spesifik.
  • Pertanyaan harus singkat.
  • Jangan memihak responden dengan berbicara kapada mereka dengan pilihan bahasa tingkat bawah.
  • Hindari bias dalam pilihan kata-katanya. Hindari juga bias dalam pertanyaan –pertanyaan yang menyulitkan.
  • Berikan pertanyaan kepada responden yang tepat (maksudnya orang-orang yang mampu merespons). Jangan berasumsi mereka tahu banyak.
  • Pastikan bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut secara teknis cukup akurat sebelum menggunakannya.
  • Gunakan perangkat lunak untuk memeriksa apakah level bacaannya sudah tepat bagi responden
3.     SKALA DALAM KUISONER
Penskalaan adalah proses menetapkan nomor-nomor atau simbol-simbol terhadap suatu atribut atau karakteristik yang bertujuan untuk mengukur atribut atau karakteristik tersebut. Alasan penganalisis sistem mendesain skala adalah sebagai berikut :
  • Untuk mengukur sikap atau karakteristik orang-orang yang menjawab kuesioner.
  • Agar respoden memilih subjek kuesioner.
*Ada empat bentuk skala pengukuran , yaitu :
  1. Nominal : Skala nominal digunakan untuk mengklasifikasikan sesuatu. Skala nominal merupakan bentuk pengukuran yang paling lemah, umumnya semua analis bisa menggunakannya untuk memperoleh jumlah total untuk setiap klasifikasi. Contoh : Apa jenis perangkat lunak yang paling sering anda gunakan ? 1 = Pengolah kata, 2 = Spreadsheet, 3 = Basis Data, 4 = Program e-mail
  2. Ordinal
    Skala ordinal sama dengan skala nominal, juga memungkinkan dilakukannya kalsifikasi. Perbedaannya adalah dalam ordinal juga menggunakan susunan posisi. Skala ordinal sangat berguna karena satu kelas lebih besar atau kurang dari kelas lainnya.
  3. Interval
    Skala interval memiliki karakteristik dimana interval di antara masing-masing nomor adalah sama. Berkaitan dengan karakteristik ini, operasi matematisnya bisa ditampilkan dalam data-data kuesioner, sehingga bisa dilakukan analisis yang lebih lengkap.
  4. Rasio
    Skala rasio hampis sama dengan skala interval dalam arti interval-interval di antara nomor diasumsikan sama. Skala rasio memiliki nilai absolut nol. Skala rasio paling jarang digunakan.
4.     MERANCANG KUISONER
Merancang formulir-formulir untuk input data sangat penting, demikian juga merancang format kuesioner juga sangat penting dalam rangka mengumpulkan informasi mengenai sikap, keyakinan, perilaku dan karakteristik.

1. Format kuesioner sebaiknya adalah :
  • Memberi ruang kosong secukupnya,
  • Menunjuk pada jarak kosong disekeliling teks halaman atau layar. Untuk meningkatkan tingkat respons gunakan kertas berwarna putih atau sedikit lebih gelap, untuk rancangan survey web gunakan tampilan yang mudah diikuti, dan bila formulirnya berlanjut ke beberapa layar lainya agar mudah menggulung kebagian lainnya.
  • Memberi ruang yang cukup untuk respons,
  • Meminta responden menandai jawaban dengan lebih jelas.
  • Menggunakan tujuan-tujuan untuk membantu menentukan format.
  • Konsisten dengan gaya.
2. Urutan Pertanyaan
            Dalam menurutkan pertanyaan perlu dipikirkan tujuan digunakannya kuesioner dan menentukan fungsi masing-masing pertanyaan dalam membantu mencapai tujuan.
  • Pertanyaan-pertanyaan mengenai pentingnya bagi responden untuk terus, pertanyaan harus berkaitan dengan subjek yang dianggap responden penting.
  • Item-item cluster dari isi yang sama.
  • Menggunakan tendensi asosiasi responden.
  • Kemukakan item yang tidak terlalu kontroversial terlebih dulu.
  
Berikut adalah contoh Kuisioner
ANGKET MINAT SISWA
DI JURUSAN ADMINISTRASI PERKANTORAN
Nama                          : KARISNASALI
Asal Sekolah              : XII ADM. PERKANTORAN
PETUNJUK PENGISIAN ANGKET.
  1. Isi identitas anda dengan benar.
  2. Bacalah petanyaan pada angket ini dengan teliti.
  3. Isilah pertanyaan dari angket ini dengan jujur dan cermat.
  4. Berilah tanda centang pada jawaban yang anda pilih.
  5. Pilihlah satu jawadan saja.

1.  Apakah anda merasa tertarik dengan kegiatan administrasi perkantoran?
A.      Ya                                B.    Tidak
2.  Apakah anda senang dengan pekerjaan tulis menulis dan ketik mengetik?
A.      Ya                                B.    Tidak
3.  Apakah anda melakukan kegitan kearsipan (menata dokumen dengan baik) terhadap dokumen-dokumen penting anda dirumah?
A.      Ya                                B.    Tidak
4.  Apakah anda senang dengan kerapian?
A.      Ya                                B.    Tidak
5.    Apakah anda sering ke perpustakaan untuk mencari rujukan-rujukan untuk menambah wawasan?
A.      Ya                                B.    Tidak
6.    Apakah anda menguasai salah satu peralatan yang digunakan dalam kegiatan perkantoran?
A.      Ya                                B.    Tidak
7.    Apakah anda yakin mampu melakukan kegiatan perkantoran?
A.      Ya                                B.    Tidak
8.    Apakah anda pernah melakukan rapat?
A.      Ya                                B.    Tidak
9.    Apakah setelah lulus nanti anda berminat sebagai pekerja kantor?
A.      Ya                                B.    Tidak